angga rempong





Angga, Mas-mas Bengek tapi Sombong
(studi kasus : dulunya ingin jadi Mapres)
            Oe oe.. The Dark Knight dan White prince balik lagi dalam artikel yang kalian tunggu-tunggu, Rempongs on the Week. Waah, bentar lagi pementasan dramanya, makin intens latihan, makin capek ngebut tugas-tugas yang lain. Pokoknya minggu ini serba ekstra yang harus kita kerahkan, kita pasti bisa tetep maksimal, jangan menyerah!! Ok, kali ini yang akan kita bahas adalah pimpro KEMPONG, Angga. Mas-mas yang terkenal karena kebengek’annya ini akan membagi sedikit kisah hidupnya (Yeah, it’s worthed) Angga sangat menyukai penampilan yang rapi, jadi ia G suka berpakaian amburadul, khususnya di bagian kerah. Makanya ia anti pakai baju G setrikaan. Angga juga G suka yang ketat-ketat (berbanding terbalik dengan Heru) dan ia Ogah kalau disuruh berpenampilan seperti Vian yang bolong-bolong celananya. Angga yang selalu mempromosikan batik ini sudah menyukai batik sejak SD, ketika pas sunat, ia diberi batik berwarna merah, tapi karena terbuat dari bahan sutera, Angga kini G memakainya (padahal bagus, katanya) Angga cukup peduli tentang omongan negatif tentangnya di luar, karena menurutnya, orang-orang bisa bilang begitu pasti ada alasannya dan memang mungkin ada yang salah dengannya. Tiap ia pulkam ke pekalongan, pemandangan indah yang ia nikmati adalah ketika melewati arteri Kendal. Karena terbiasa pulang sore, ia bisa menikmati Sunset ketika naik motor melewati arteri. Berbanding terbalik dengan Batang, ia merasa Batang terlalu panjang, khususnya di alas roban (berarti hampir maghrib Angga lewat alas robannya. Ckckck...) sedangkan Pekalongan sendiri menurut Angga sangat menarik karena meskipun enggak ada wisata alamnya, tapi di Pekalongan terdapat wisata belanja, bahkan ada kampung Arab, kampung Cina dan Pribumi.
The Dark Knight: Kenapa gaya bicaramu lebay? Kamu ngefans sama Fitri Tropica, ya?
Angga: Banget. Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat biasa-biasa saja.
The Dark Knight: Apa kamu merasa lebay?
Angga: Kadang iya (tertawa) kondisional
The Dark Knight: Bagaimana kamu memandang orang lebay?
Angga: tergantung lebaynya bagaimana, ada lebay yang friendly (????) dan lebay yang congkak. Aku G sukanya ma yang lebay dari jiwa sombongnya (ni anak sendiri yang bikin istilahnya)
The Dark Knight: Kebiasaan Handoko yang G banget..
Angga: Dia tak bisa hidup tanpa lampu. Alay banget (dengan gaya ekspresi emak-emak nggosip)
Aji: Iya, masa’ dia lebih milih pulang pas hujan-hujan gara-gara di kos lampunya mati (nimbrung)
Angga: Masa’ ya, dia kan udah tidur, lalu lampunya kumatiin, dia terus bangun, dia tahu.
Aji: Masa’ katanya kaya’ dicekek gara-gara lampu mati
The Dark Knight: lalu apa pengaruh positif sekamar dengan Handoko?
Angga: Apa ya? (berpikir serius) Ada teman buat nggosip, temen buat cerita tentang badminton, dan bisa sharing kalau lagi ada ide-ide ilmiah
The Dark Knight: Ok, lalu bagaimana rasanya sekamar dengan Handoko?
Angga: Rempong, tukaran terus. Alay nde’e
            Angga percaya, di masa depan ia akan menjadi orang yang sukses. Dia bangga menjadi ketua Ling Art. Secara terus terang Angga mengakui mungkin dirinya bisa terpilih sebagai ketua Ling Art karena waktu itu G ada yang lainnya yang bisa dijadikan ketua, antara dirinya dan Mursyid (bukan anak bahasa Indonesia), dan karena pertimbangan para senior gara-gara Angga G nyabang ikut organisasi atau kegiatan lain selain Ling Art, akhirnya ia pun terpilih dan yang memotivasiya untuk terus  membuat karya ilmiah kini adalah karena ia ingin memberikan contoh kepada adik kelas sebagai seorang ketua Ling Art. Saat kutanyakan tentang bagaimana kondisi Ling Art saat ini, dengan mata sepet, Angga langsung bilang: kacau. Sebenarnya banyak, khususnya para senior yang menilai kalau Ling Art ada progress tapi Angga masih merasa gagal (mungkin ia merasa harusnya ia bisa lebih baik lagi), dan Angga sekarang sedang mencari siapa penerusnya, dan ia belum menemukan sosok itu (itu, Muslim dan Ojan direkrut saja) Alasan awal Angga bisa masuk Ling Art karena ia ingin punya aktivitas, ia ingin istirahat dari organisasi politik, makanya ia G ikut HIMA atau BEM karena dulu di SMA ia sudah pernah mejabat sebagai wakil ketua OSIS (kalah suara karena waktu itu dia wakil dari kelas Bahasa, yang menang jadi ketua OSIS adalah anak IPA)
The Dark Knight: Menurutmu imejmu diluar sana seperti apa?
Angga: Ganteng (tertawa) Ojo Cup, ojo ditulis (Alay: mode on) Gini, pasti diluar anak-anak mikirnya Angga manutan, rajin, padahal enggak!!
The Dark Knight: Apakah kamu merasa tampan?
Angga: Banget (tertawa alay)
The Dark Knight: Kenapa kamu jadi orang kok ke PDan?
Angga: Karena aku merasa diriku punya kekurangan. Klo aku G PD... ke laut aja
            Ada anak BSI yang disegani Angga, yaitu Afif, ia merasa kagum karena Afif adalah anak yang jenius. Obrolan mereka nyambung dan Angga merasa Afif tahu semuanya, Afif bahkan mudeng perkembangan politik. Terakhir kali Angga ikut lomba MKI adalah ketika ia ke Jakarta bersama Handoko dan Firstya. Selanjutnya, Angga akan menceritakan kronologis hilangnya modem Handoko saat perjalanan pulang dari JKT. Simaklah versi darinya:
Angga: Waktu itu perjalanan pulang dari JKT ke SMG, aku belum ngantuk sedangkan 2 anak itu sudah tidur. Aku pengen nonton update Bulu Tangkis sedangkan WiFi di kereta G bisa, jadi aku pinjam modemnya Ndog, Setelah selesai, seingatku modemnya kutaruh di pangkuanku terus aku tertidur. Nah, saat bangun sekelilingku udah pada siap-siap turun, karena kondisinya gitu, aku juga ikut buru-buru. Lalu saat sudah turun dari kereta, si Ndog tanya mana camdig dan modemnya, aku bilang ada di tas sambil menunjukkan camdignya yang ada di tasku, nah waktu itu aku ngiranya modemnya juga ada di tas. Tapi waktu sampai di kos dan buka barang-barang, modemnya G ada. Aduh..
            Pecinta olahraga badminton dan mancing ini bercita-cita tetap jadi pendidik selepas lulus kuliah nanti, dan ia ingin jadi pendidik di Australia
Siwi: Ok, aku dari korea akan mengunjungimu ke Australia
Handoko: Preeeeet
Angga: I’m sure I would be extraordinary teacher
The Dark Knight: Berapa kali dalam sehari kamu menonton pertandingan badminton?
Angga: Semenjak aku punya laptop sendiri, aku sering nonton
The Dark Knight: Mengapa kamu ikut-ikutan Handoko suka badminton?
Angga: Kata siapa ikut-ikutan? Guuueeee suka badminton sejak Soedirman 2005 (dengan gaya alaynya)
The Dark Knight: Siapa atlet favoritmu?
Angga: Markis Kido, mereka hebat bisa dapat emas di Olympic
            Angga merintis popularitasnya, eh maksudku prestasinya hingga sekarang tidak lewat jalan yang mudah. Ia bukan anak yang dari awal kuliah sudah dibekali orang tuanya laptop. Awal masuk UNNES adalah saat-saat yang berat, sebuah transisi yang kemudian menempanya menjadi karakter yang lebih baik dari sebelumnya. Semua itu bermula ketika ia mendapatkan kos yang isinya hanya ada dua orang, dia dan temannya, waktu itu kos tersebut sepi karena masih dalam tahap pembangunan, lalu tiba-tiba teman kosnya itu pergi karena diterima di Universitas yang ia idam-idamkan, meninggalkan Angga sendirian tanpa seorang teman kos satu pun. Pernah sekali Angga bengek sendirian dan tak ada yang menolong. Ia kala itu pun merasa tragis, karena G ada laptop untuk mengerjakan tugas jadi dia bolak-balik ke Warnet. Ketika uangnya menipis, ia berpikir untuk ikut lomba karya tulis, tiap malam ia begadang di warnet, habis banyak uang dan tenaga. Ketika karyanya itu masuk sebagai finalis, Angga langsung ke UNDIP, minta diajarin temannya untuk bikin PowerPoint, tapi temannya itu malah menyuruh Angga bikin sendiri, jadilah Angga membuatnya secara amatiran. Saat lomba berlangsung, saat itu banyak seniornya yang ikut dan tampil menawan dan tiba-tiba muncullah bu Santi yang dengan ramah bilang: “Jangan grogi” dan meskipun Angga waktu itu maju terakhir, menumpuk grogi selama presentasi para peserta yang tampil sebelum dirinya, akhirnya Angga mampu mempresentasikan hasil kerja kerasnya dan ia tidak menyangka apresiasi para juri bagus, dan ketika namanya disebut sebagai juara 1, terbayar sudah. Meskipun pialanya jelek dan hanya menang 200rb saja, mulai dari itu Angga percaya Tuhan akan memberikan sesuatu kepada orang yang telah bekerja keras, semuanya tidak akan sia-sia.
Angga: Masalahnya baru kali itu aku menang lomba Cup, dulu ikut lomba-lomba, nyariiiis semua. G pernah menang. Apalagi pas hampir menang dulu, ternyata skorku berkurang gara-gara aku banyak jawab tapi yang jawaban salah mengurangi skorku, yang menang malah anak yang bermain aman. Sakittttt banget tau G sih??? (Alay lagi gayanya)
The Dark Knight: Uang hadiah dari lomba untuk apa, Ngga? Kamu hambur-hamburkan?
Angga: Lho kira gue ke Hugo’s gitu? Ya Enggak!! Kutabung buat beli laptop dan dengan bantuan beasiswa akhirnya bisa beli laptop (tersenyum)
The Dark Knight: Apa kamu sadar kamu itu Alay?
Angga: Gwwwweeeee G Alay gitu, Cup... [itu td jawabny pkai gaya apa dong klo ga alay???-red]
The Dark Knight: Apa yang kamu rasakan ketika ada yang mengataimu arogan, culas, songong, bontot dan manja?
Angga: Silahkan panggil Gwwwwweeeeeeee Arogan, Culas, dan Songong. Gue paling benci disebut Bontot dan Manja? Gue emang Bontot, kenapa? Salah???? (Alay SEKALI)
The Dark Knight: Katanya kamu ingin jadi Mapres? Kamu ngotot banget, ya?|
Angga: Sekararang enggak. Dulu iya. Awal-awal kuliah terinspirasi banget. Aku kan G seneng puisi, drama, wes nulis-nulis wae lah. Setelah dipikir-pikir, Mapres merupakan hal yang luar biasa, Sakral. Yang jelas aku G mau ngoyo-ngoyo (tapi tetep kan, pengen jadi Mapres?)
            Penggemar Cap Cay dan BurJo ini bisa kontrak di Pesona Mandiri karena dia dan teman-temannya di kost Basmallah dulu G ingin dipecah-pecah, jadi mereka memutuskan untuk ngontrak bareng dan dapatnya Pesona mandiri. Memang sistem Basmallah adalah rolling, dan kebetulan di kost yang dulu mereka merasa seperti keluarga jadi ingin terus bersama. Awalnya kost Pesona Mandiri sepi dan horror tapi sekarang sudah ramai karena keberadaan Angga dan teman-temannya. Teman-teman kost Angga yang gokil benar-benar bisa menghilangkan stressnya. Angga berterima kasih pada Anam dan Adit karena dulu saat zamannya dia masih semester 3 tapi udah kuliah Dasmet (dan cuman dapat C pula), Angga benar-benar terbantu atas pinjaman laptop dari kedua teman-temannya itu. Bukan lebay atau bagaimana, memang rasanya seperti itu, saat kesusahan dan serba kekurangan tiba-tiba muncul teman yang dengan baik hati menolong pasti akan senang dan jasanya tersebut akan terus diingat (aku juga tipe orang kaya’ gitu, soalnya) jadi sekali lagi Angga berterima kasih pada Anam dan Adit karena kedua orang itulah ia bisa merintis karier di bidang ilmiah.
            Angga memiliki banyak sosok yang menginspirasinya, akhir-akhir ini ia tertarik dengan Dahlan Iskan yang menurutnya merupakan sosok pemimpin inspiratif. Angga bisa main bola, terakhir main saat diajak Futsal oleh Aji. Pengalaman KKL yang paling mengesankan bagi Angga adalah ketika di dalam bus, isinya rempong semua. Pengalaman KKL paling G ia suka adalah ketika di Cibaduyut, karena Angga G suka belanja dan terlalu banyak pilihan, bikin bingung. Penggemar warna hijau ini kagum terhadap ibu Raminah, menurutnya beliau pantas mendapatkan penghargaan berupa lifetime achievement dari dinas pendidikan
Siwi: Alah, padahal kwe yo G tau ngrungokke
Handoko: Apa yang dibilang Angga, 20%nya adalah bohong...
Angga: Iya, memang pas beliau ngulang aku pun tak tinggal ndownload bulu tangkis, tapi pengabdiannya itu dan bu Raminah mbok lunggoh wae, G usah mencoba mloka-mlaku [ coba kalian bayangkan dengan badan serenta itu beliau msh smgt mengajar... tidak malu kah engkau wahai generasi muda(ekspresi insyaAllah merenung)... haha-red]
The Dark Knight: Ngga, pernah gelut?
Agga: Pernah, saat masih kecil. Rebutan dolanan (tertawa)
The Dark Knight: Ceritakan pengalamanmu yang paling berkesan dengan motormu
Angga: Perjalanan terjauhku, SMG-Solo, benar-benar momen yang luar biasa (tak bisa diceritakan dengan kata-kata)
            Masa kecil Angga yang paling berkesan adalah ketika kecelakaan di jidat. Waktu itu dia masih TK dan diajak nonton balap motor cross. Ada orang yang G ngrating, akhirnya nabrak dan karena Angga duduk di depan, ia pun menjadi korban (tapi G mati) jidatnya dijahit di Puskesmas, kaos dalamnya merah semua, karena darah mengalir dari atas merembes ke kaosnya dan membasahi tubuhnya (tragis) Almarhum Budenya dulu bilang: ‘habis ini kamu jadi pinter’ dengan gaya ramah dan alhamdulillah, kata-kata budenya itu menjadi doa yang dikabulkan (lihat sekarang, Angga yang berprestasi) tapi gara-gara kecelakaan itu, bekas luka pun muncul di jidat Angga, teman-temannya mengejeknya: Pilak’an-Pilak’an... (Sakkemen kwe, Ngga) Angga dan teman-teman kostnya suka sekali dengan villa Sony, airnya segar, pemandangannya sawah, bagus. Tapi terakhir kali kesana Angga kecewa karena belum dibersihkan tempatnya. Angga G ingin tinggal di dataran tinggi maupun rendah
Yessi: Ya iya, kalau Angga di dataran tinggi, bisa Benge’
Angga: Kalau di dekat pantai, ada rob. Kalau di dataran tinggi, terlalu dingin. Aku juga G pengen di perumahan, sempit (Ya rumahnya kan bisa ditingkat mpe 5 lantai) dan G kenal tetangga (Iya, benar sekali)
            Angga pernah ke lawang Sewu tapi ia merasa biasa-biasa saja karena ia lebih sibuk mencermati cerita Tourist Guide tentang Lawang Sewu daripada nuansa horrornya (ya, waktu itu bareng aku dkk kesananya) Teman pertama Angga di BSI adalah Aji karena satu kelompok di Putu Wijaya
Angga: Waktu itu pernah kebetulan ketemu saat makan, dia itu wajahnya songong
Aji: Emang wajahku koyo’ ngene (membela diri)
Angga: Dan ternyata kami satu daerah, bahasanya nyambung (tertawa)
Aji: Dan sejak itu, kami jadi sering berangkat kuliah bareng (tertawa)
The Dark Knight: Kenapa dulu Martelamu G lolos Pimnas?
Angga: Pelaksanaannya kurang maksimal. Awalnya tu Cuma coba-coba, kami G ngira akan lolos. Secara ya, kami semua cowok, ditanya makanan oleh ibu-ibu, rempong...
            Ada kisah lucu yang mau dibagi oleh Angga, silahkan dinikmati [yang namanya tercantum di dalam cerpen, jangan lupa minta royalti ke Angga.. ahhiihiii-red]
Bonus cerpen
Loe kira gampang ngerjain orang?
            Suatu siang yang ber-AC di B1 106, Angga meminjam Charger milik Tyas. Karena rempong, Angga lupa dan meninggalkan chargernya. Siwi yang baik hati tapi suka galau tanpa sengaja menemukannya tapi dengan sengaja membawanya, mungkin awalnya Siwi ingin mengamankannya. Tiba-tiba mas-mas benge’ tapi sombong bernama Angga ingat kalau Chargernya ketinggalan di 106. Ia segera kembali ke kelas, tapi tak ada. Tyas memberitahu Angga untuk mencarinya, menemukannya sampai dapat, G mau Charger yang lain. Akhirnya Angga menelepon dua orang yang waktu itu duduk di belakangnya, si item manis Siwi dan si astrada rempong, Hana. Siwi bilang dia G tahu keberadaan chargernya Tyas, “Ora ning aku. Aku lagi durenan” lalu Angga menelepon Hana, tapi G kunjung diangkat. Beberapa saat kemudian pesan masuk ke Hpnya, Angga membacanya dengan cepat lalu menerjemahkannya kira-kira seperti ini: “Ini Hana. Maaf Angga yang ganteng banget, Hpku ketinggalan di salon pas aku potong rambut gara-gara aku lagi frustasi, kaya’nya tadi Chargernya dibawa Siwi” Lalu tiba-tiba muncullah ide brilliant di kepala Angga, ia segera menelepon Siwi, “Wi, nia aku habis turun, nyari-nyari Chargernya. Ya dapet yang 750rb bolehlah” Lalu Siwi pun rempong, ia meminta maaf kepada Angga, rempong sekali sampai bilang “Ini salahku Ngga, aku yang salah” lalu Siwi pun ke kostnya Angga. Angga said: “Loe kira gampang ngerjain orang?”
The Dark Knight: Wow...
Angga: Jane Siwi juga membalasku dengan etok-etok mutung. Ha9X...
Aji: Cup, kok G mbok tanyakke tentang yang eksklusif itu?
The Dark Knight: Itu G masuk list pertanyaanku
Angga: Iya, Gpp. Tanyakan saja..
The Dark Knight: Wah, tapi perasaanku G enak nih. Beneran?
Aji: Udah Cup, tanyakan saja. Ni Angga sudah mau njawab...
The Dark Knight: Ya sudah, terserah kalau itu mau kalian (menghela napas) Tapi beneran kutanyakan, nih? Gpp?
Angga: Gpp, Cup... (menjawab dengan tenang)
The Dark Knight: Baiklah (mengambil napas panjang) Angga, sebagai Pimpro, bagaimana perasaanmu ketika ada omongan di luar sana yang menyebutkan bahwa Rombel kita itu Eksklusif? Karena di beberapa diskusi drama kita sebelumnya, kau terus menyinggung tentang omongan ini
Angga: (menjawab dengan hati-hati) Awalnya memang bisa kita jadikan refleksi. Tapi sejujurnya, pertama kali aku mendengar omongan itu, aku sebagai Pimpro... Sakiiiiittttt hatiiii (sambil menekan dadanya dan ekspresinya emang sakit) Kok ada ya yang berpikir sePicik itu (menghela napas)
The Dark Knight: Menurutmu siapa, Ngga?
Angga: Hanya oknum, G semuanya...
The Dark Knight: Lalu?
Angga: Sepertinya semua yang dilakukan oleh Rombel Dua selalu salah. Karakter tiap kelas itu berbeda-beda, tidak bisa digeneralisasikan. Kita G seperti Rombel satu yang manut-manut. Karakter tiap orang saja berbeda-beda, apalagi karakter tiap Rombel. Kita G bisa latihan drama di tempat seramai FBS.
The Dark Knight: (mengangguk)
Angga: Posisi kita sekarang serba salah. Krik-krik banget tiba-tiba kita ngajak, “Ayo-ayo latihan pernapasan bareng... Ayo-ayo latihan drama bareng.. Ayo-ayo sini nonton latihan Rombel Dua... Rombel-rombel yang lain pun jadi ikut kebingungan gara-gara mendengar omongan dari luar itu, omongan dari oknum itu. Rombel-rombel yang lain jadi G tahu harus bagaimana dengan rombel dua. Apa kalian tahu, begini.. Ketika Rombel Empat latihan drama di B1 106, muncul lagi omongan kalau hanya rombel dua yang G ikut nonton karena waktu itu kebetulan semua rombel nonton latihan rombel empat, bahkan rombel 1 pun ikut nonton. Wajar karena waktu itu rombel satu ada latihan drama dan rombel satu mengalokasikan waktu latihan drama mereka untuk menonton rombel empat latihan..
The Dark Knight: Lho, padahal waktu itu Nanang dan Heru nonton og.. Anang sendiri juga bilang padaku kalau Nanang dan Heru ikut nonton
Angga: Nah itu, masalahnya mereka G tahu. Dan seperti kata-kataku sebelumnya, muncul omongan kalau hanya Rombel Dua yang G nonton padahal Nanang dan Heru waktu itu pun ikut nonton latihan Rombel Empat..
Tanti: Aku wingi nonton og... Ak malah pulang bareng Lerry...
Angga: (mulai panas) Sekeji itu...
The Dark Knight dan Tanti: (menghela napas)
Angga: Wajarlah kita G ada saat itu, karena waktu itu kita G ada latihan drama. Kita nglembur Little Media untuk keesokan harinya jadi kita G bisa ikut nonton. Aku merasa, apa saja yang dilakukan Rombel Dua selalu salah dan sekarang, posisi kita memang serba salah dalam menentukan langkah..
The Dark Knight: Terus bagaimana?
Angga: Ya akhirnya, Sudahlah!!! Mau diomongin kaya’ apa. Disebut Rombel Dua eksklusif, atau bagaimana, Terserahlah!! Karena apa yang dilakukan Rombel Dua selalu dianggap salah! Citra kita terlanjur elek!! Ini misalnya saja ya !!! (berwajah serius, menghadap The Dark Knight dan Tanti) Dulu Rombel tiga ikut acara-acara di B1 106. Kebo Metheng G kenapa-kenapa, kan? G jadi bahan omongan kan? G menimbulkan masalah, kan? Coba Rombel Dua, Keluarga Rempong yang ikut... Pasti bakal jadi omongan..
bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
ini blog perdana "kempong"... mudah-mudahan dapat menampung saran dan segala unek-unek... ada postingan biodata para anggota kempong juga (eksklusif lho... ) jgn lupa tinggalkan komen yach.... terima kasih... HAH!!!

Pengikut

Blogger templates

Blogroll

Copyright © 2012 keluarga rempongTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.